Menurut American Psychological Association (APA), trauma adalah “respons emosional terhadap peristiwa mengerikan.

Ada beberapa jenis trauma, di antaranya:

  • Trauma akut: Ini hasil dari satu peristiwa stres atau berbahaya.
  • Trauma kronis: Ini hasil dari paparan berulang dan berkepanjangan untuk peristiwa yang sangat menegangkan.
  • Trauma kompleks: Ini akibat paparan berbagai peristiwa traumatis.
  • Trauma sekunder, atau trauma perwakilan, adalah bentuk lain dari trauma. Dengan bentuk trauma ini, seseorang mengembangkan gejala trauma dari kontak dekat dengan seseorang yang telah mengalami peristiwa traumatis.

dalam beberapa kasus, trauma ada yang bisa menangani dengan baik, namun ada pula yang menjadi gangguan psikologis, seperti depresi, pikiran paranoid, serangan panik, dan gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Serangan panik adalah munculnya rasa takut, cemas, gugup, atau gelisah secara berlebihan dan tiba-tiba. Berbeda dengan reaksi emosional pada umumnya, gejala serangan panik bisa dirasakan sangat parah hingga membuat orang yang merasakannya menjadi tidak berdaya dan sering kali ingin pingsan.

Ketika serangan panik muncul, seseorang bisa merasakan gejala fisik berikut ini:

  • Dada berdebar kencang
  • Tubuh gemetaran dan banyak berkeringat
  • Napas menjadi lebih cepat
  • Pusing
  • Nyeri dada
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual

Selain merasakan berbagai gejala fisik di atas, serangan panik juga dapat membuat penderitanya mengalami berbagai gejala psikologis, seperti:

  • Tegang atau gugup
  • Tidak bisa rileks
  • Sulit konsentrasi atau fokus
  • Khawatir berlebihan
  • Ingin pingsan atau seakan-akan hidupnya akan berakhir
  • Sulit tidur
  • Lemas dan merasa tidak berdaya

Gejala serangan panik sering kali mirip dengan gejala serangan jantung. Akan tetapi, kedua kondisi tersebut merupakan hal yang berbeda.

Cara Mencegah dan Mengendalikan Serangan Panik

1. Mengatur pernapasan dan Menggunakan teknik relaksasi otot

2. Mengalihkan perhatian dan Melatih fokus

3. Menghirup aromaterapi

Untuk mencegah munculnya serangan panik, Anda juga disarankan untuk melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Konsumsi makanan secara teratur.
  • Batasi atau hindari konsumsi minuman berkafein, seperti kopi.
  • Rutin berolahraga.
  • Istirahat yang cukup dengan tidur selama 7–9 jam setiap malam.
  • Berhenti merokok dan jangan minum minuman beralkohol.
  • Hindari berbagai faktor yang dapat memicu stres.

Cara Mengatasi Trauma Psikologis

Reaksi masing-masing orang terhadap trauma psikologis berbeda-beda. Ada yang dapat membaik dengan sendirinya, ada pula yang menetap hingga waktu lama. Cara mengatasi atau menghilangkan trauma :

  • Fokus pada hal penting
  • Kembali ke rutinitas dan mengurus diri sendiri
  • Tenangkan diri dengan menarik napas
  • Jangan ambil keputusan besar tunggu stabil dan berpikir rasional.
  • Tidak menyalahkan diri sendiri
  • Cari bantuan untuk pemulihan

PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan.

Beberapa gejala yang menunjukkan seseorang mengalami PTSD adalah:

1. Ingatan pada peristiwa traumatis

2. Kecenderungan untuk mengelak

3. Pemikiran dan perasaan negatif

4. Perubahan perilaku dan emosi

Faktor Risiko PTSD

  • Kurang mendapat dukungan dari keluarga dan teman.
  • Menderita kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA.
  • Menderita gangguan mental lain, misalnya gangguan kecemasan.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat gangguan mental, seperti depresi.
  • Mendapat pengalaman traumatis sebelumnya, misalnya dirundung (bullying) pada masa kecil.
  • Memiliki pekerjaan tertentu, misalnya tentara atau relawan medis di daerah perang.

Diagnosis PTSD

  • Mengalami peristiwa traumatis secara langsung.
  • Menyaksikan peristiwa traumatis yang menimpa orang lain.
  • Mendengar bahwa orang terdekat mengalami peristiwa traumatis.
  • Berulang kali terbayang pada kejadian traumatis secara tidak sengaja.

Pengobatan PTSD

  • Terapi perilaku kognitif, untuk mengenali dan mengubah pola pikir pasien yang negatif menjadi positif.
  • Terapi eksposur, untuk membantu pasien menghadapi keadaan dan ingatan yang memicu trauma secara efektif.
  • Eye movement desensitization and reprocessing (EMDR), yaitu kombinasi terapi eksposur dan teknik gerakan mata untuk mengubah respons pasien saat teringat kejadian traumatis.
  • Antidepresan, untuk mengatasi depresi, seperti sertraline dan paroxetine.
  • Anticemas, untuk mengatasi kecemasan.
  • Prazosin, untuk mencegah mimpi buruk.

JH mind Mind Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published.