berputar-putar dalam mengambil keputusan, namun keputusan tersebut hanya ada dalam pikiran. kemudian, berubah kembali. karena tidak ingin menyesal terhadap keputusan tersebut, dan berubah kembali disaat itu juga. namun membutuhkan waktu yang lebih lama. karena keinginan itu masih lebih kuat. daripada kebutuhan. Apakah ingin yah sangat ingin, apa membutuhkan. tidak, saya tidak membutuhkan alat tersebut. karena sudah cukup, kenapa butuh lebih? pikiran itu terus berputar antara keinginan dan kebutuhan. Beruntung di akhir waktu yang awalnya tidak mengetahui apakah ini sebuah kebutuhan. menjadi sadar bahwa ini bukan sebuah kebutuhan, tapi hanya sekedar keinginan saja.

Contoh paling sederhana perang pikiran yang paling sering dialami

  1. mau makan apa?
  2. mau pakai baju apa?
  3. mau pergi jam berapa?
  4. mau beli apa?
  5. mau apa?

untuk orang-orang yang pandangan nya tertutup. dia tidak tahu apakah itu keinginan dan kebutuhan. semua keinginan di anggap kebutuhan. jadinya sangat cepat mengambil keputusan dan beli seketika. yang akhirnya mungkin barang tersebut atau hal tersebut hanya digunakan sekali atau dua kali saja.

untuk orang yang sudah menyadari. terkadang masih berperang untuk mengetahui apakah hal tersebut keinginan atau kebutuhan. contoh sudah memiliki jam, namun melihat jam terbaru dan ingin memiliki kembali. untuk orang yang sudah menyadari, dia akan mempelajari apa saja kelebihan dari jam tersebut dari yang lama, dan bertanya kembali kepada diri sendiri kenapa mesti di update, kenapa harus mengeluarkan uang lebih untuk sesuatu yang sudah dimiliki. Dengan berusaha berdamai dengan diri sendiri bisa jadi kunci untuk tenang bahwa itu hanya keinginan bukan kebutuhan. orang yang sudah menyadari juga sadar bahwa iklan dan media sosial hanya akan mempengaruhinya dalam mengambil keputusan. dan tahu keinginan membeli itu bukan dari dirinya tapi dari iklan dan media sosial. takut pula untuk tertinggal tren. padahal itu semua semu. bukan keinginan pribadi. tapi doktrin media sosial dan iklan.

Tanpa kita sadari bahwa pengambil keputusan yang kita alami karena pengaruh iklan dan media sosial secara berturut-turut kepada diri sendiri. Cara terbaik untuk menutup efek tersebut adalah membatasi diri kepada media sosial dan iklan. follow hanya anggota keluarga dan teman dengan positive vibe. atau stop media sosial. fokus kepada cara tradisional untuk belajar seperti membaca buku atau kegiatan olahraga dan hobi baru.

oiya kegiatan berbelanja juga memberikan efek ketergantungan yang sama dengan ketergantungan lainnya. jadi menghindari belanja selain belanja kebutuhan juga bisa membantu. dan ini juga berkaitan dengan rasa ingin menunda-nunda semua pekerjaan yang harusnya sudah selesai sekarang. Memang untuk memulai sesuatu yang baru itu tidak mudah, karena pikiran itu liar jika belum terlatih. terkadang bermeditasi atau olaharaga relaxasi bisa membantu seperti yoga, taichi, pilates atau kegiatan lainnya. tinggal pilih yang sesuai dengan karakter dan personaliti mu.

semoga bermanfaat.

JH mind Mind Blog