Saat ini zoom memberikan banyak kemudahan bagi orang-orang untuk dapat berkomunikasi dan berkarya. Apalagi disaat pandemi saat ini. pertemuan secara fisik dibatasi. Cara terbaik dalam mengadakan pertemuan adalah secara online, yang dapat dipelajari melalui zoom. baik itu sekadar meeting, seminar, webminar atau pertemuan lainnya.

Kali ini ada webminar mengenai menjadi mentari dari anggota member wandani yaitu Berkarya, Berbagi, dan Menjadi Mentari oleh Jessica Arsianti & Febri Huang.

Jessica Arsianti
kebanyakan organisasi membutuhkan waktu, kita memiliki waktu 24 jam, yah kurangi jam tidur, jam kerja, jam netflix, jam ig, lalu ada sisanya dari situ gimana untuk balancenya.

Saya mendapatkan analogi dari teman, itu seperti meniup balon, kemampuan untuk menambah porsi waktu itu, seperti kemampuan meniup balon. kita harus tahu porsinya. jika ditiup dipaksakan, akan meledak balonnya.

Yang penting dalam organisasi adalah bareng-bareng. Tidak akan bisa berbuat baik sendirian. Lebih baik jika sudah ada wadahnya. Opportunity itu akan ada saat berada di circle yang tepat.
bagaimana untuk balance, semua tidak akan tahu, karena saya juga masih berusaha, yang penting ada prioritas, menempatkan bahwa berbagi tetap di lakukan, dalam bentuk apapun.
10 ribu si A dengan 100 ribu si B mungkin nilainya sama.

Kita akan menjadi mentari, bagi orang lain. walaupun kecil, tapi kita akan menjadi impact bagi orang lain. small act big impact.

Febri Huang.
skill
knowledge
attitude

Febri Huang berkata : Pandemi ini berat, tidak ada mama, papa sakit, posisi aku sulit, ingin membantu, tapi diri sendiri kesulitan. aku menyadari ada banyak masalah, ternyata diluar sana ada lebih banyak masalah juga. aku sadar aku tidak sendirian. Yang bisa dilakukan adalah berusaha melalui skill, knowledge dan attitude. Dengan skill bisa membantu orang lain, melalui knowledge menambah mengenal banyak orang, melalui attitude belajar untuk bersikap.

Betul kata sisi, butuh durasi dan impact

Melakukan hal – hal kecil itu membuat saya bahagia, ternyata membantu orang itu bagi kita kecil tapi bisa besar bagi orang lain.

Untuk menjalankan sesuatu yang simpel saja butuh effort luar biasa. perlu kepedulian sesama umat, seperti kolaborasi dan komitmen konsisten itu peer besar untuk generasi muda.

Pertanyaan dari Violy : kepedulian sekolah minggu, sudah menurun. di kenalkan buddha dharma dan sila sudah tidak mau, hanya tertarik hiburan. bagaimana pendapat Sisi dan Febri? sunday school dibawah kerumah?

Febri : kalau pribadi sunday school kita, justru pandemi ini lebih konsisten. setuju dengan Sisi harus related kekebutuhan. harus ada keterlibatan antara guru, orang tua dan murid. semua harus sadar bareng2 untuk saling mengajak.

Sisi : Kita sebagai parent, kebutuhan itu berbeda-beda dari kota dan daerah. style itu yang mungkin menjadi kendala kalau ada program. didesain harus sesuai dengan target, costumer driven. Pemegang keputusan ada di orang tua. ini seperti siklus, dari disisi kita yang membuat program harus membuat yang menarik dan orang tua nya mau ikut dan anak nya merasa seru, anaknya akan meminta. Dengan adanya pandemi ini offline tidak bisa, online malah jadi banyak daerah, tidak hanya dari kelapa gading saja, tapi dari berbagai daerah. adalagi yang di singapore. sampai di chat untuk di terjemahkan. Kita harus bergerak bareng.

JH mind Mind Blog