Seminar oleh : Gema Kebijaksanaan

Andreas Hartono

lebih banyak orang2 yang kekurangan uang daripada yang kelebihan.
karena butuh effort dan kerja keras untuk memiliki kelebihan uang.

untuk kelebihan menjadi kekurangan lebih gampang, cukup foya-foya selesai.

oleh itu kenapa, yang kekurangan lebih banyak daripada yang kelebihan.

ada problem ada masalah, ada solusinya.

ada ilmu perencanaan keuangan,
semoga dapat mengelola keuangan lebih baik dan bagus.
supaya orang kekurangan uang, bisa merencanakan dan memiliki uang.

supaya orang kelebihan uang, bisa merencanakan uang, bertahan tidak kekurangan bahkan terus berlebih.
itulah ilmu keuangan secara simpel.

ada banyak teori mengelola keuangan.
saya ambil 1 filosofi. kita hidup dari berubah jamannya. dari jaman dahulu, kita hidup dari berburu, dibekali dengan sebuah alat dengan tombak, hari ini mereka mau makan ,yah ke hutan, pakai tombaknya, makan kekomunitasnya. dan istirahat. jika lapar akan berburu lagi. dan menghabiskan apa yang mereka dapatkan. dapat sesuatu harus segera di habiskan.
pertanyaan kenapa saat berburu, harus di habiskan, karena dulu tidak ada kulkas, tidak bisa disimpan. jaman dahulu prinsipnya simpel.

ini cara mengelola keuangan yang paling simpel primitif, dapat uang langsung dihabiskan.

jaman merubah hidup manusia, yaitu jaman bertani, karena saat menanam, butuh waktu menghasilkan. sehingga akhirnya berpikir, bagaimana menyisihkan makanan yang ditanam supaya bertahan hidup, sambil menunggu panen berikutnya. jaman ini sudah bisa bersaving. panen diambil sebagian, sisanya disisihkan sambil menunggu panen berikutnya.
jika karyawan, dapat gaji, digunakan sebagian, sisanya di saving. ingat tabung, itu ambil diawal, baru dibelanjakan.

kemudian masuk jaman industri, manusia merasa tidak aman, tidak hanya masalah menabung, tapi mulai mengamankan simpanan yang didapatkan.

jaman digital, semua bertumbuh sangat cepat, semua harga barang naik sangat cepat, tidak bisa jangka panjang, bunga lebih kecil. mereka sudah berpikir melipatkan gandakan uang kita. melalui investasi.

ditahun 2020-2021
menghadapi situasi pandemi,
kita berada di gapura, di selamat datang di dunia digital, sponsor by covid 19.
akselarasi semakin cepat, orang tua semakin melek internet. dengan pandemi dipaksa untuk bisa dengan teknologi.
mulai terbiasa dengan teknologi.
massa menjadi lebih luas. dari berbagai daerah, dalam 1 waktu singkat dan sederhana.
kita masuk ke jaman digital.

covid ini membuat hidup kita menjadi problem termasuk keuangan, pak teguh mengatakan banyak yang berdampak, banyak bisnis yang bermasalah. banyak yang gaji di potong. yang uang jajan di potong. berdampak ke semua orang. solusinya bagaimana kita harus dapat vaksin dan booster.

bagaimana dengan keuangan tidak babak belur, keuangan harus di kasih vaksin.
bagaimana dengan vaksin keuangan itu apa?
perencanaan keuangan itu ada 6
Solusi Perencanaan Keuangan Masa Pandemi.
V = Variasi Income

mengenal income dengan
double : aktif income (kerja dapat duit) dan pasif income (kerja gak kerja dapat duit)

triple :
income harian ; restoran, hotel, ojol, cuci mobil
income bulanan : karyawan, deposito
income tahunan : thr, dividen, kontrakan

plus :
rezeki (warisan, hadiah)

A = Asuransi
BPJS
mcb biasa nempel di meteran pln
membatasi pemakaian untuk mencegah konsleting.
kalau tidak ada mcb, akan panas muncul percikan api dan timbul terbakar.

rumah saja punya sekring, mcb. apakah manusia bisa konslet? iya diabetes, kanker, jantung, dll
kalau manusia konslet harus ada asuransi. supaya jika ada konslet, aman, ada yang membayar.
minimal bpjs kesehatan.

K = kebutuhan
paham hidup fokus dulu pada kebutuhan dahulu. kebutuhan dan keingan yang berbeda. makan itu kebutuhan. jika makan hanya di restoran setiap hari itu bukan kebutuhan tapi keinginan. hp itu sesuai kebutuhan atau keinginan? jadi perhatikan apakah itu kebutuhan atau keinginan? sama seperti memiliki mobil. orang yang fokus pada keinginan, tidak akan ada habisnya. malah menjadi kekurangan uang.

kecuali anda punya pasif income yang banyak.

S = Stop Hutang
merah : utang konsumtif, harus hati-hati. beli untuk kesenangan, utang elektronik, mau beli sesuatu beli dengan tunai. nanti akan numpul. utang konsumtif harus di stop.
kuning : utang bisnis ; kendaraan / modal usaha, tapi ini harus hati-hati. harus dikelola baik dan benar, jangan sampai salah kalkulasi.
hijau : utang produktif ; beli rumah

I = investasi
Pegadaian
reksadana
jadi uangnya didiamkan menjadi berlipat-lipat. keajaiban ke 8, bisa mengubah uang 100rb menjadi 1m. jadi simpan bunga berbunga. jadi hasilnya jadi lebih besar.

produk tradisional
emas – 50rb sudah bisa beli
properti – sawah, tanah

produk modern bisa beli lewat hp.
deposito
obligasi
reksadana
saham
aset kripto

produk-produk yang bisa anda pakai, kendaraan yang bisa kita pakai.

N= nabung
akhirat (amal) = adik, orang tua, sosial
transaksi keuangan
dana darurat = ditabung disisihkan didepan untuk darurat.

aliran cashflow
10% amal dan sosial (N)
20% tabungan, investasi dan asuransi (A.I.N)
30% cicilan utang (S) (utang produktif boleh)
40% kebutuhan rumah tangga dan pribadi (K)

asuransi ada, tabungan lengkap, fokus pada kebutuhan, tidak ada hutang konsumtif, ada hutang produktif, harusnya keuangan anda lebih baik secara financial.

Leave a Reply

Your email address will not be published.