sulitnya mengatakan tidak kepada orang lain adalah sesuatu yang bisa membuat kita menjadi burnout. kenapa demikian? karena dengan mengatakan ya kepada semua orang. akan menguras waktu yang kita miliki, hasilnya tidak memiliki waktu untuk diri sendiri dan keluarga.

lalu solusi bagaimana?

karena rasanya sangat sulit mengatakan tidak. mengingat validasi eksternal masih menjadi bagian dari hidup. walaupun kita tahu, bahwa kebahagiaan itu bukan dari validasi eksternal. tapi dari internal. seuatu yang bisa kita ubah. sedangkan eksternal itu tidak bisa kita ubah.

dengan mengatakan tidak, ya dipastikan kita tidak akan disukai. karena menolak tugas yang ada. namun dengan berpikir baik. bahwa diri sendiri ada projek ada pekerjaan ada keluarga yang perlu di perhatikan. berani mengatakan tidak adalah salah satu solusi baik.

manajemen waktu lebih terarah, banyak pekerjaan yang lebih cepat selesai. dan semuanya terkendali dengan baik. Saya tidak mengatakan NO untuk semua hal. tapi berani mengatakan NO untuk hal-hal yang memang sudah di luar batas kendali kita. yang memakan waktu lebih panjang dan lebih lama. jadi kembali lagi manajemen waktu memilah mana yang bisa dikatakan NO dan Yes.

mengenal diri sendiri adalah cara terbaik untuk memahami lebih bijaksana mana yang sebaik dipilih untuk dikerjakan atau tidak. where mus be say YES and where is NO.

Seringkali, kekhawatiran kita tentang orang lain tidak berdasar. Berfokuslah untuk menanggapi dengan tulus, tanpa berbohong atau memberikan alasan. Jika orang lain memahami, mereka akan memahaminya. Jika tidak, mereka mungkin memiliki harapan yang tidak sesuai dengan Kita, dan sebaiknya jangan membebani diri Kita dengan harapan tersebut.

Jangan membuat diri Anda bertanggung jawab atas perasaan orang lain
Alasan besar lainnya mengapa saya menolak mengatakan tidak di masa lalu adalah karena saya tidak ingin membuat orang lain merasa buruk. Saya merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain, dan saya tidak ingin orang lain tidak bahagia.

Hasilnya adalah saya akan berusaha sekuat tenaga hanya untuk membuat orang lain bahagia. Saya menghabiskan larut malam yang tak terhitung jumlahnya untuk mengejar pekerjaan karena saya mengutamakan kebutuhan orang lain dan hanya punya waktu untuk barang-barang saya sendiri di malam hari. Ini sangat buruk untuk kesehatan dan kesejahteraan saya.

Pada titik tertentu, kita perlu menarik garis antara membantu orang lain dan membantu diri kita sendiri. Untuk melayani orang lain, kita perlu melindungi kesehatan dan kebahagiaan kita. Jangan membuat diri Anda bertanggung jawab atas perasaan orang lain, terutama jika mereka cenderung menanggapi “tidak” Anda secara negatif, berharap Anda harus ada untuk mereka (ketika Anda tidak memiliki kewajiban satu sama lain), dan tampaknya tidak mengambil tidak untuk jawaban. Jika orang tersebut menerima “tidak” Anda, bagus; jika tidak, maka terlalu buruk. Lakukan apa yang Anda bisa, lalu lanjutkan jika itu melebihi apa yang dapat Anda tawarkan

memang berat, sampai saat ini ketika mengatakan tidak itu rasanya masih sangat bersalah. dan secara priibadi masih kesulitan. semoga seiring berjalannya waktu, dapat mengatakan tidak. sehingga tidak semua hal harus dikerjakan. tapi memilah mana prioritas dan bukan prioritas. semoga semua makhluk berbahagia.

JH mind Mind Blog