Dalam pencarian, saya menemukan informasi ini. mengenai sensitif dan trauma. bahayanya dalam komunikasi.

Beberapa orang secara terbuka mengungkapkan isu sensitif mereka tanpa ragu. Orang-orang seperti itu dianggap sebagai orang-orang yang terbuka. Namun, tidak semua orang dapat sepenuhnya terlepas dari traumanya, dan pada umumnya mereka menjadi lebih sensitif. Jadi bukanlah hal yang bijak untuk menyentilkan isu sensitif satu sama lain. karena tidak semua orang bisa menghapus traumanya dengan mudah. Oleh karena itu jika kita secara tidak sengaja menyentil hal yang meresahkan lawan bicara. lebih baik jangan dilanjutkan. Dengan begitu kita bisa memimpin percakapan dengan lancar tanpa menimbulkan kesalahpahaman dengan lawan bicara.

Tujuh indikator isu sensitif ini bisa menghindari luka batin yang dirasakan lawan bicara.

  1. saat bereaksi lambat terhadap kata-kata tertentu
  2. saat menirukan kata-kata seperti burung beo
  3. saat memberikan jawaban yang tidak nyambung
  4. saat tersenyum pahit
  5. mengubah topik atau membuat lelucon
  6. berpura-pura tidak mendengar atau gelisah
  7. Diam sejenak sebelum mencoba mengatakan sesuatu

dengan kita mengetahui hal tersebut, dan beremphaty, maka solusi untuk penyelesaian masalah bisa terselesaikan.

JH mind Mind Blog